Kab. Bogor, 17 Oktober 2026 — Melindungi anak di ruang digital bukan berarti menjauhkan mereka dari teknologi, melainkan memastikan mereka siap dan aman saat menggunakannya. Pesan ini disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid, B.Eng., M.IP, di hadapan siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara (SMA KTB) dalam Expert Forum yang digelar bersamaan dengan School Tour SMA KTB di Gunung Sindur, Kab. Bogor, Sabtu (17/10).
Expert Forum adalah forum diskusi rutin SMA KTB yang menghadirkan para ahli dan pemimpin Indonesia untuk berbagi pengalaman dan wawasan dunia kerja. Melalui forum ini, siswa diajak mengenal jenis-jenis pekerjaan yang mungkin belum mereka ketahui, memperjelas peta karier, menyimak cerita di balik layar yang jarang terungkap, serta terinspirasi untuk menjadi pemimpin terbaik di bidangnya masing-masing.
Dalam sesinya, Meutya memaparkan berbagai risiko yang mengintai anak di internet, mulai dari kecanduan, perundungan, dan penipuan, hingga child grooming. Menurutnya, anak perlu dilindungi dari risiko-risiko yang mungkin belum mereka kenali.
Untuk itu, melalui Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS), pemerintah membatasi akses anak di bawah usia 16 tahun ke platform digital berisiko tinggi. Pembatasan ini mempertimbangkan keselamatan, kesehatan, dan tumbuh kembang anak.
Meutya menegaskan bahwa perlindungan ini tidak meniadakan manfaat teknologi. Orang tua perlu mendampingi anak, sementara penyelenggara platform digital wajib bertanggung jawab menghadirkan ruang digital yang lebih aman. “Setiap anak berhak tumbuh, belajar, dan berkembang dengan aman, baik di dunia nyata maupun di ruang digital,” ujar Meutya.
Bagi Meutya, kehadirannya di SMA KTB juga memiliki makna pribadi. Sebagai anggota Dewan Pengawas Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI), mitra desain dan operasional SMA KTB, ia telah terlibat sejak tahap perencanaan sekolah. Ia mengaku terharu melihat SMA KTB kini berdiri dengan fasilitas berkualitas dan guru-guru berstandar internasional.

Saat menjawab pertanyaan tentang cara menghadapi titik terendah dalam hidup, Meutya berbagi pengalamannya saat menerima beasiswa SMA di Crescent Girls’ School, Singapura. Di Indonesia, ia termasuk salah satu siswi terbaik dan meraih NEM terbaik di mata pelajaran Bahasa Inggris. Namun di Singapura, ia justru mendapat nilai C untuk pelajaran bahasa Inggris, hal yang sempat membuatnya terkejut.
Yang membuatnya bertahan adalah pesan sang ibu. “Tugas kita adalah berusaha yang terbaik. Soal hasil, kita cukup berserah diri,” kata Meutya menirukan pesan ibunya. Pesan itu membuatnya tidak patah semangat, dan perlahan usahanya membuahkan hasil yang lebih baik.
Forum ini dimoderatori oleh Dirgayuza Setiawan, B.A., M.Sc., Ketua Dewan Pembina YPKBI sekaligus Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa SMA KTB, sebagai bagian dari jaringan sekolah Akademi Kader Bangsa, berorientasi mencetak pemimpin masa depan yang akan membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
“SMA KTB tidak dikhususkan untuk mencetak polisi. Kami menyiapkan pemimpin di berbagai bidang, baik di Polri, TNI, politik, maupun swasta,” tegas Dirgayuza.
Tentang SMA Kemala Taruna Bhayangkara
SMA Kemala Taruna Bhayangkara didirikan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagai kontribusi nyata dalam mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto dalam membina generasi muda Indonesia yang cemerlang.
Dirancang bekerja sama dengan mitra kelas dunia, SMA Kemala Taruna Bhayangkara menggabungkan keunggulan akademis, pembentukan karakter, dan disiplin yang berakar pada nilai-nilai Bhayangkara.
Dengan guru-guru terbaik, kurikulum yang selaras secara global, dan fasilitas berstandar internasional, sekolah ini mempersiapkan murid untuk melanjutkan pendidikan tinggi di 100 universitas terbaik dunia melalui program beasiswa penuh yang terbuka untuk semua, tanpa memandang latar belakang ekonomi.
Saat ini SMA Kemala Taruna Bhayangkara membuka pendaftaran untuk murid baru Tahun Ajaran 2027/2028, di mana seluruh siswa akan mendapat beasiswa 100%. Detail tentang SPMB dapat diakses melalui admission.ktb.sch.id.

