SMA Kemala Taruna Bhayangkara menyelenggarakan Perayaan Bulan Bahasa 2026 pada Jumat, 30 Oktober 2026, sebagai momentum untuk mengapresiasi bahasa, sastra, dan keberagaman budaya melalui berbagai aktivitas edukatif dan kreatif. Mengusung semangat untuk menjadikan bahasa sebagai sarana berekspresi, membangun pemahaman, serta menyampaikan gagasan, perayaan ini menghadirkan rangkaian kegiatan yang mempertemukan kreativitas, identitas budaya, dan wawasan intelektual dalam satu pengalaman pembelajaran.

Perayaan dibuka dengan sambutan Kepala Sekolah SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Hendri Adi, sebelum dilanjutkan dengan berbagai penampilan dari siswa melalui kegiatan Co-Curricular Activities (CCA). Penampilan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan berbahasa sekaligus mengeksplorasi kekayaan budaya dari berbagai negara.


Melalui CCA Mandarin, siswa menampilkan Poetry Musicalization yang memadukan ekspresi sastra dan musikalitas. Sementara itu, CCA Bahasa Sunda menghadirkan Rampak Sekar, sebuah penampilan yang merepresentasikan kekayaan tradisi seni vokal Sunda. Rangkaian penampilan kemudian dilanjutkan oleh CCA Bahasa Jerman melalui Poetry Musicalization dan CCA Bahasa Jepang melalui penampilan paduan suara.
Keberagaman penampilan ini mencerminkan bagaimana pembelajaran bahasa di SMA Kemala Taruna Bhayangkara tidak berhenti pada penguasaan kosakata dan struktur komunikasi, tetapi juga membuka kesempatan bagi siswa untuk memahami perspektif, tradisi, dan ekspresi budaya yang berbeda.


The Power of Language: Communicating Ideas, Creating Impact

Salah satu agenda utama dalam Perayaan Bulan Bahasa 2026 adalah talk show spesial bersama Dr. Karlina Supelli, Filsuf dan Astronom Perempuan Pertama Indonesia. Mengangkat tema “The Power of Language: Communicating Ideas, Creating Impact”, sesi ini mengajak siswa untuk melihat bahasa lebih jauh dari sekadar alat komunikasi, melainkan sebagai instrumen penting dalam membentuk pemikiran, menyampaikan gagasan, dan menciptakan dampak.
Melalui perspektif filosofis dan pengalaman intelektualnya, Dr. Karlina Supelli menghadirkan ruang dialog yang mendorong siswa untuk merefleksikan hubungan antara bahasa, pengetahuan, identitas, dan cara manusia memahami dunia. Siswa diajak untuk menyadari bahwa kemampuan mengomunikasikan ide secara efektif membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan berbicara dan menulis. Dibutuhkan pula kedalaman berpikir, ketepatan dalam memilih kata, serta kesadaran terhadap pesan dan dampak yang ingin disampaikan.

Talk show ini menjadi bagian penting dari upaya SMA Kemala Taruna Bhayangkara dalam membangun budaya literasi dan komunikasi yang bermakna. Di tengah arus informasi dan perkembangan ruang digital, kemampuan untuk berpikir kritis, memahami konteks, serta menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab menjadi kompetensi yang semakin relevan bagi generasi muda.
Menghidupkan Cerita dan Warisan Budaya melalui Mini Drama
Semangat merayakan bahasa dan budaya berlanjut melalui penampilan mini drama yang dipersembahkan oleh enam kelompok asrama (houses) SMA Kemala Taruna Bhayangkara. Setiap kelompok mengangkat cerita yang berakar pada kekayaan sastra dan tradisi Nusantara, menghadirkan interpretasi kreatif melalui seni pertunjukan.
Berbagai cerita yang ditampilkan meliputi:
- Kerinci: Titah
- Rinjani: Lutung Kekurung
- Jayawijaya: Timun Mas
- Merapi: Ki Ageng Mangir
- Agung: Nyi Blorong
- Leuser: Ande-ande Lumut






Melalui interpretasi cerita-cerita tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk mengeksplorasi kekayaan narasi lokal sekaligus mengembangkan kemampuan berkolaborasi, berekspresi, dan menyampaikan pesan melalui pertunjukan. Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa cerita dan sastra merupakan bagian penting dari warisan budaya yang terus hidup melalui generasi penerusnya.
Kreativitas, Ekspresi, dan Apresiasi
Selain penampilan seni dan pertunjukan, Perayaan Bulan Bahasa 2026 juga menghadirkan ruang kompetisi yang mendorong kreativitas siswa melalui berbagai kategori, yaitu Poetry Musicalization, Advertisement Poster, dan Mini Drama.
Setiap kategori memberikan pendekatan berbeda bagi siswa untuk mengolah bahasa dan menyampaikan pesan. Melalui puisi dan musik, siswa mengeksplorasi kekuatan ekspresi. Melalui poster iklan, mereka mengasah kreativitas dalam merancang komunikasi visual yang efektif. Sementara melalui mini drama, siswa mengembangkan kemampuan bertutur dan menghidupkan cerita melalui kolaborasi.



Nuansa perayaan semakin terasa melalui penggunaan busana tradisional oleh siswa, guru, mentor, dan staf. Keberagaman wastra Nusantara yang ditampilkan menjadi bagian dari apresiasi terhadap identitas dan kekayaan budaya Indonesia.
Sebagai penutup, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman pemenang dan pemberian penghargaan untuk kategori Poetry Musicalization, Advertisement Poster, Mini Drama, serta Best Costumes bagi siswa, guru, mentor, dan staf.
Bahasa sebagai Jembatan Menuju Wawasan yang Lebih Luas
Perayaan Bulan Bahasa 2026 menjadi refleksi bahwa bahasa memiliki peran yang lebih luas dalam kehidupan manusia. Bahasa tidak hanya menghubungkan individu, tetapi juga membentuk cara berpikir, memperkaya pemahaman lintas budaya, dan memungkinkan gagasan untuk menjangkau lebih banyak orang.
Melalui perpaduan dialog intelektual, eksplorasi bahasa asing, pertunjukan sastra, dan apresiasi budaya Nusantara, SMA Kemala Taruna Bhayangkara terus menghadirkan pengalaman belajar yang mendorong siswa untuk berkembang sebagai individu yang terbuka terhadap perspektif baru, mampu berkomunikasi secara efektif, dan memiliki kesadaran terhadap lingkungan global maupun akar budayanya.
Potret Perayaan Bulan Bahasa 2026




Daftar Pemenang Perayaan Bulan Bahasa 2026
Pemenang Poetry Musicalization (Based on Votes):
- Zahid, Syauqi, dan Lygia
- Karan dan Banyu
- Jocelyn, Hosea, Hanny, Steve, dan Vincenzo
Pemenang Poster:
- Agung: Nyi Blorong
- Jaya Wijaya: Missing
- Kerinci: Titah
Pemenang Mini Drama:
- Merapi
- Rinjani
- Kerinci
Pemenang Best Costume:
- Staff
Mr. Krisna dan Ms. Nida - Students
Kafi dan Makkayla















